Rabu, 31 Desember 2014

~EMAIL DAN MEHIDUPAN.

Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai “office boy”di istana Negara (kantor SBY), Jakarta . Andi Mallarangeng mewawancarai dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai tesnya. “Kamu diterima,” katanya, “Berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja.”.Laki- laki itu menjawab,“Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail”. “Maaf,” kata Mallarangeng. “Kalau kamu tidak punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja.”

Laki-laki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10 kg peti tomat. Ia menjual tomat itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp.300.000. Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari.Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri.

Lima tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia . Ia mulai merencanakan masa depan keluarga, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa. Ia menghubungi broker asuransi, dan memilih protection plan. Sang brokerpun menanyakan alamat e-mailnya. Laki-laki itu menjawab, “Saya tidak punya e-mail” Sang broker bertanya dengan penasaran, “Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!”

Laki-laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, “Ya, saya mungkin sudah jadi office boy di Istana Negara!”

Pesan Moral:
1. Internet bukanlah solusi hidup Anda.
2. Kalau Anda tidak punya akses internet, lalu bekerja keras, Anda
bisa jadi milyuner.
3. Kalau Anda menerima pesan ini melalui e-mail, Anda lebih dekat
untuk menjadi “office boy/girl” daripada seorang milyuner he..he …4x.

Minggu, 28 Desember 2014

BERBURU BERUANG

(tabassum qolilan)

Tak diragukan lagi, sudah menjadi hukum bagi siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan titah Baginda, maka ia akan mendapat hukuman. Baginda mengetahui bahwa Abu Nawas sangat takut akan beruang.

Maka dari itu Baginda mengajaknya berburu di hutan untuk mengkap beruang, dan Abu Nawas tak bisa menolaknya.

Dalam perjalanan menuju ke hutan, tiba-tiba cuaca yang cerah berubah menjadi mendung, Baginda memenggil Abu Nawas.

"Tahukah mengapa engkau aku panggil?" tanya Baginda.
"Ampun tuanku, hamba belum tahu." kata Abu Nawas.

"Kau pasti tahu bahwa sebentar lagi akan turun hujan.
Hutan dari sini masih jauh, kau aku beri kuda yang lamban, sedangkan aku dan pengawal-pengawalku akan menunggang kuda yang cepat. Nanti pada waktu santap siang kita berkumpul di tempat peristirahatanku. Bila hujan turun kita harus menghindarinya dengan cara kita masing-masing agar pakaian kita tetap kering. Sekarang kita berpencar." jelas Baginda.

Kemudian Baginda dan rombongan mulai bergerak. Abu Nawas kini tahu bahwa Baginda akan menjebaknya. Ia harus mencari akal agar bajunya tidak basah saat hujan turun. Dan ketika sedang berfikir, tiba-tiba hujan pun turun.

Begitu hujan turun, maka Baginda dan rombongan segera memacu kuda untuk mencapai tempat perlindungan terdekat. Akan tetapi karena derasnya hujan, Baginda dan para pengawalnya basah kuyup.

Ketika santap siang, Baginda segera menuju tempat peristirahatan, dan ketika itu juga Abu Nawas datang dengan menunggang kuda yang lamban. Baginda dan para pengawal terperangah karena baju Abu Nawas tidak basah, padahal dengan kuda yang paling cepat pun tidak bisa mencapai tempat perlindungan terdekat.

Nah pada hari yang kedua, Abu Nawas diberi kuda yang cepat yang kemarin ditunggangi oleh Baginda. Kini Baginda dan para pengawalnya mengendarai kuda-kuda yang lamban.
Setelah Abu Nawas dan rombongan kerajaan berpencar, hujan pun turun seperti kemarin. Baginda dan pengwalnya langsung basah kuyup karena kuda yang ditunggangi tidak bisa berlari dengan kencang.

Ketika saat bersantap siang tiba, Abu Nawas tiba di tempat peristirahatan lebih dahulu dari Baginda dan pengawalnya. Abu Nawas menunggu Baginda Raja. Selang beberapa saat, Baginda dan para pengawal akhirnya datang juga dengan pakaian yang basah kuyup.

Baginda tak sanggup lagi menahan keingintahuan yang selama ini disembunyikan Abu Nawas. Rahasia apakah yang telah dipakai oleh Abu Nawas.
"Terus terang bagaimana caranya menghindari hujan wahai Abu Nawas?" tanya Baginda. "Mudah Tuanku yang mulia," jawab Abu Nawas dengan tersenyum.

"Sedangkan aku dengan kuda yang cepat saya tidak sanggup mencapai tempat berteduh terdekat, apalagi dengan kuda yang lamban ini," kata Baginda. "Hamba sebenarnya tidak melarikan diri dari hujan.

Tetapi begitu hujan turun, maka hamba secepat mungkin melepas pakaian hamba dan segera melipatnya kemudian saya mendudukinya. Ini hamba lakukan sampai hujan berhenti," jelas Abu Nawas.

Ahaaa rupanya dengan diam-diam Baginda Raja mengakui lagi kecerdikan Abu Nawas.

Sabtu, 27 Desember 2014

HADIAH SPESIAL ANAK


Seorang pria berhenti ditoko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada sang ibu yang tinggal 250 KM darinya. Begitu keluar dari mobilmya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan gadis kecil itu menjawab,Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tetapi saya hanya mempunyai uang lima ratus rupiah, sedangkan harga mawar itu seribu rupiah.
Pria itu tersenyum dan berkata, Ayo ikut aku, aku akan membelikan bunga yang kau mau. Kemudian, ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri utuk mengantarkan gadis itu pulang kerumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, Ya, tentu saja. Maukah Anda mengantar saya ketempat ibuku?
Kemudian mereka berdua menuju tempat yang ditunjuk gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum.
Setibanya disana gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat itu, hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat akan sesuatu. Bergegas ia kembali menuju toko bunga tadi dan membatalkan kirimanya.
Ia mengambil karangan bunga yang telah dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju kerumah ibunya.

Jumat, 26 Desember 2014

SUN..

how sun could be very hot? Did you know? hot's sun is explosion and flames from nuklir in the surface of the sun. 75% of sun is made from liquid, because there is high pressure and high temperature, so the energy is created and then sprayed to around it included the earth. By the light and hot type, it's also happens to a liquid bomb, so in fact Sun is giant liquid bomb.

Fortunately there's no air particularly the oxygen. If they were there the shape from energy it will be a fire.
Not a light and hot.    

Rabu, 03 Desember 2014

AMAZING OF NIAS.


 Nias island is located in western cleavage of Sumatra beach, maybe for about 80km from the beach.
Nias is named "tano niha" by the natives,which means "human's land". and Nias natives are named "ono niha" which means "human's son".
Nias it's so interesting and so many traveler visit it, that because,Nias has traditional nature. The native life style is like ancient era, it’s happened because Nias was be lost land, nothing connetcion from another world for a while a hundreds years .
one of old tradition which still there is, ceremony jumped stone, it’s special for the children who grows to adult, they have to able to pass the stone as high as 2 meters .

Nias island with the capital city Gunung Sitoli, in this lately is be purpose traveler survers, waves that face to high seas it’s so suitable for surfing.sky driving, and scuba driving. Even Nias beach is one of the best beach in the world.
Nias has distinctive culture that’s named prehistoric culture. According to theory, Nias island visited by clan from Assam or Birma for a bout year 1000. This clan brought big stone culture. They used monuments form big stone for symbol and social status.

IMAGE FOR NIAS....





I

 THANK YOU..

MA